Langsung ke konten utama

RELASI DAN LANDASAN KRITIK SOSIAL


Kritik Sosial

Berbicara mengenai kritik sosial akan erat kaitannya dengan komunikasi interpersonal dan juga proses sosial. Kritik sosial merupakan bentuk komunikasi yang mana berfungsi sebagai kontrol dalam berjalannya suatu sistem sosial di masyarakat.[1] Kritik sosial juga diartikan sebagai sebuah tanggapan yang disertai dengan dan juga pertimbangan mengenai baik buruk mengenai sebuah karya dan juga pendapat lainnya yang didalamnya menyangkut kepada masyarakat. Sehingga ktitik sosial menjadi sebuah variabel penting dalam memelihara sistem sosial yang ada.

Kritik sosial juga dapat diberi arti sebagai inovasi sosial.yang mana kritik sosial menjadi gagasan baru dalam berkomunikasi sembari menilai gagasan lama terhadap suatu perubahan sosial. Oleh sebab itu kritik sosial dapat digunakan untuk membongkar berbagai sikap konservatif, status quo dan vasted interest dalam masyarakat dalam perubahan sosial. Kaum kritik dan strukturalis melihat kritik sosial sebagai sebuah wahana komunikasi untuk sebuah tujuan perubahan sosial.[2] Pengertian ini muncul ketika sejumlah orang atau kelompok dalam masyarakat menginginkan sesuatu yang baru, lebih maju, lebih baik, dan juga dengan suasana yang lebih demokratis dan terbuka. Kritik sosial memiliki tujuan untuk merubah suatu keadaan atau objek subjek yang dikritik agar sesuai dengan apa yang diinginkan atau diharapkan sesuai dengan lingkungan sosial yang ada.[3]

Kritik sosial dilakukan untuk memberikan penilaian terhadap pernyataan atau fenomena sosial yang terjadi yang dianggap menyimpang dalam suatu masyarakat. Batasan dalam melakukan kritik sosial selalu disertai dengan penilaian yang dilakukan oleh seseorang; digunakan untuk menilai hakiki suatu masyarakat; didasarkan pada kenyataan sosial; dan bentuk penyampaiannya dilakukan dengan cara mengamati, menyatakan kesalahan, memberi pertimbangan, dan sindirian.[4]


Bentuk-Bentuk Kritik Sosial

Kritik sosial terdari dari beberapa bentuk yang dilandaskan pada sosiologi sastra Marx dengan mengembangkan konsep konflik sosial berdasarkan dengan konsep lembaga kemasyarakatan seperti politik, moral, pendidikan, agama, rumah tangga, ekonomi, dan kebiasaan sehingga kritik dilakukan berdasarkan permaslaahan yang terjadi di masyarakat.

Menurut soekanto, pada kenyataannya masalah sosial yang terjadi di masyarakat diakibatkan oleh gejala-gejala sosial yang tidak dikehendaki atau gejala patologis yang menyebabkan kekecewaan dan penderitaan di dalam masyarakat. Masalah sosial tersebut juga terjadi disebabkan oleh ketidaksesuaian unsur kebudayaan yang dapat membahayakan kehidupan suatu kelompok sosial.[5]

a.       Kritik Sosial Masalah Politik

Sistem politik adalah aspek masyarakat yang berfungsi sebagai pertahanan hukum dan keterlibatannya dalam masyarakar utuk mengetahui hubungan yang ada didalmnya dan dikalngan masyarakat. Manusia merupakan makhluk politik karena manusia mampu untuk mengatur kesejahteraan, keamanan, dan pemerintahan di dalam kelompoknya.

b.      Kritik Sosial Masalah Ekonomi

Permasalahan ekonomi yaitu mengenai bagaimana cara seseorang memenuhi kebutuhan materinya dalam sumber daya yang terbatas hingga langka jumlahnya dan juga terjadinya ketimpangan-ketimpangan ekonomi yang terjadi didalam masyarakat.

c.       Kritik Sosial Masalah Pendidikan

Maslaah pendidikan yang terjadit dalam masyarakat ialah dipengaruhi oleh faktor pendidik, baik itu pendidik dalam keluarga, sekolah maupun masyarakat, serta faktor yang bersumber dari anak didik itu sendiri.

d.      Kritik Sosial Masalah Kebudayaan

Kebudayaan muncul disebabkan oleh interaksi yang terjadi dalam masyarakat dengan lingkungan sosialnya. Masalah kebudayaan dalam kritik sosial membahas mengenai unsur pokok kebudayaan itu sendiri.

e.       Kritik Sosial Masalah Moral

Masalah moral pada kritik sosial membahas mengenai segala hal yang berhubungan dengan suatu sistem nilai yang dianut dalam kehidupan bermasyarakat. Sistem nilai tersebu terdiri dari peraturan, nasehat, dan perintah yang diwariskan turun temurun hingga membentuk suatu ajaran mengenai bagaimana manusia hidup.

f.        Kritik Sosial Masalah Keluarga

Kritik sosial yang terjadi dalam keluarga disebabkan oleh disorganisasi yang dikarenakan oleh gagal paham dalam memenuhi kewajiban dalam peranan sosialnya. Disorganisasi tersebut bisa terjadi karena perbedaan cara pancang atau bahkan karena faktor ekonomi. Kritik sosial diharapkan dapat menciptakan keluarga yang harmoni.

g.      Kritik Sosial Masalah Agama

Pada masalah agama, kritik sosial membahas mengenai konflik-konflik terhadap kepercayaan dan keyakinan yang dianut oleh masyarakat. Agama berfungsi penting dalam hubungannya dengan kebudayaan manusia tetapi tidak memberikan pengaruh terhadap pokok ajaran dalam suatu agama tersebut. Selain itu, kritik sosial juga membahas mengenai kesetaraan hak dan kewajiban yang ada dalam beragama.

h.      Kritik Sosial Masalah Gender

Kritik sosial pada gender ini yaitu membahas mengenai perbedaan gender terhadap kedudukan dan juga peran mereka dalam berinteraksi dan bersosialiasasi dengan masyarakat. Selain itu juga membahas mengenai hak dan kesetaraan mereka dalam bermsayarakat.

i.        Kritik Sosial Masalah Teknologi

Pada permasalahan teknologi ini, kritik sosial membahas perkembangan teknologi itu sendiri beserta pengaruh-pengaruh yang ada di dalamnya kepada kehidupan sosial masyakarat.


Relasi Kritik Sosial

Relasi kritik sosial adalah keterkaitan fenomena atau masalah sosial yang terjadi yang dianggap tidak sesuai dengan kehendak atau harapan masyarakat yang kemudian menimbulkan kritik sosial untuk mengontrol jalannya fenomena atau masalah sosial tersebut. Sedangkan relasi sosial merupakan hasil dari suatu interaksi yang terjadi antar dua individu atau lebih. Kritik sosial memiliki relasi terhadap semua yang menyangkut masalah sosial, perubahan sosial, dan fenomena yang terjadi dimasyarakat. Oleh sebab itu, masalah sosial yang terjadi di masyarakat tidak akan pernah luput dari kritik sosial yang terjadi. Masalah-masalah yang terjadi dapat berasal dari politik, ekonomi, pendidikan, agama, dan amsih banyak lagi.

Salah satu wujud dari nasionalisme adalah bersikap kritis terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara. Pengungkapan kritik, aspirasi, dan solusi terhadap permasalahan bangsa dan negara merupakan bentuk kecintaan terhadap tanah air. Relasi anatara bentuk-bentuk kritik sosial dan juga nasionalisme menunjukkan bahwa kritik sosial, baik dalam bidang bidang ekonomi, politik, pendidikan, moral, maupun lingkungan yang dipergunakan sebagai sarana untuk menyampaikan nasionalisme.[6]


Landasan dalam Kritik Sosial

Landasan merupakan kata lain dari dasar. Landasan dalam kritik sosial adalah dasar dalam terbentuknya kritik sosial itu sendiri. Hal-hal yang mendasari dalam terbentuknya kritik sosial di masyarakat adalah adanya masalah sosial itu sendiri. Masalah-masalah sosial berasal dari berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, sosial, dan masih banyak lagi.

Kritik sosial muncul karena terjadi ketimpangan atau ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan, sehingga menimbulkan rasa atau dorongan dalam diri masyarakat untuk menanggapi atau mengomentari hal tersebut dengan harapan dapat meluruskan atau membenarkan ketidaksesuaian tersebut. Sudah menjadi sikap dasar manusia untuk membenarkan dan meluruskan seusatu yang dianggap tidak benar. Tetapi dalam aksinya, kritik sosial tetap harus memperhatikan norma dan kesusilaan yang berlaku di masyarakat. Tidak dibenarkan melakukan kritik sosial atas dasar kebencian, tetapi kritik sosial dilakukan atas dasar meluruskan atau membenarkan sesuatu yang dianggap tidak sesuai dengan harapan. Seperti contoh pada kenyataannya, kritik sosial sering dilakukan untuk mengkritik kinerja pemerintah yang tidak sesuai dengan janji-janji mereka dan malah menyengsarakan rakyat. 


[1] Ahmad Zaini Akbar, ‘Kritik Sosial, Negara, Dan Demokrasi’, 1997.

[2] Ahmad Zaini Akbar, ‘Kritik Sosial, Pers Dan Politik Indonesia’, Unisia, 1997, 44–51 <https://doi.org/10.20885/unisia.v0i32.5857>.

[3] Muhammad Jibran Averusy, ‘Makna Dibalik Kriitk VNGNC’, Universitas Brawijaya, 130.

[4] Anisa Octafinda Retnasih, ‘Kritik Sosial dalam Roman Momo Karya Michael Ende (Analisis Sosiologi Sastra)’, Universitas Negeri Yogyakarta, 2014.

[5] Retnasih.

[6] Novi Siti Kussuji Indrastuti, ‘Nasionalisme Dalam Bingkai Kritik Sosial: Kajian Sosio-Pragmatik Terhadap Puisi Indonesia Modern’, Poetika: Jurnal Ilmu Sastra, 7.1 (2019), 105–18 <https://doi.org/10.22146/poetika.v7i1.45421>.


Komentar