TEORI KOMUNIKASI KONTEMPORER
Komunikasi
kontemporer berasal dari dua suku kata, yaitu komunikasi dan kontemporer.
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) komunikasi adalah pengiriman dan
penerimaan pesan atau infromasi yang dilakukan dua orang atau lebih dengan
maksud agar dapat memahami, berhubungan, dan mengerti dengan maksud yang
disampaikan tersebut.[1]
Komunikasi juga diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan dua orang atau lebih
dengan cara bertukar pesan.[2]
Sedangkan
kata kontemporer menurut bahasa berarti waktu bersamaan. Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI), kontemporer berarti pada waktu yang sama, semasa,
sewaktu, pada masa kini, dewasa ini. Jadi, komunikasi kontemporer berarti komunikasi
yang dipengaruhi oleh dampak dari modernisasi.
Komunikasi
kontemporer indentik dengan komunikasi virtual, yaitu proses penyampaian pesan
melalui internet. Menurut Porter (2004), komunikasi virtual adalah sekumpulan
individu atau rekan bisnis yang berinteraksi seputar minat yang sama, yang
interaksinya didukung dan dimediasi oleh teknologi dan diatur oleh beberapa
moderator ataupun aturan tertentu. Menurut Yap dan Bock seperti. Dikutip dalam
Akkinen (2005: 8), komunitas virtual berada di dalam internet dan memiliki
aktivitas yang didukung dengan komputer berteknologi informasi. Komunitas
virtual memfokuskan diri di dalam komunikasi dan interaksi yang dibentuk oleh
partisipasi dan mengkhususkan pada hubungan antara anggota di dalam komunitas
virtual dan peran dari teknologi informasi.[3]
Komunikasi kontemporer sebenarnya
dilakukan dengan cara representasi informasi digital yang bersifat diskrit.
Internet merupakan media komunikasi yang sangat efektif bagi umat manusia di
dunia.
Jenis
komunikasi kontemporer atau komunikasi virtual
1. E-mail
E-mail adalah sarana mengirim
surat melalui jalur internet, bisa juga diartikan sebagai surat dengan format
digital, yaitu surat yang ditulis dengan menggunakan komputer atau gadget yang
didukung oleh aplikasi email. Menurut Mac Bride, e-mail (electronic mail
atau surat elektronik) merupakan kegiatan yang paling sederhana di antara semua
kegiatan di Internet, e-mail didasarkan pada file ASCII (American Standard
Code For Information Interchange) yakni teks sederhana yang dapat ditangani
dengan program komunikasi dasar. Menurut Sandrina Wijaya, electronic mail
atau yang lebih akrab disebut e-mail merupakan jenis korespondensi terbaru yang
memanfaatkan pengembangan teknologi terkini. Menurut Mico Pardosi e-mail (elektronic
mail) adalah surat-menyurat dalam internet.
Menurut Sandrina Wijaya, untuk
melakukan kegiatan mengirim atau menerima e-mail, langkah yang harus dikerjakan
terlebih dahulu harus memiliki alamat e-mail di suatu mail server. Ada
dua macam e-mail, yaitu yang pertama adalah layanan web based e-mail merupakan
layanan e-mail yang basis aksesnya adalah dalam bentuk halaman web. Pengguna
e-mail tinggal masuk ke layanan web e-mail dan mendaftarkan diri (klik sign up)
untuk mendapatkan alamat e-mail. Keuntungan memiliki alamat web based email,
pesan dapat diakses dari komputer manapun yang memiliki jaringan internet
dengan menggunakan browser. Sedangkan kelemahannya yaitu untuk mengecek e-mail
harus selalu terhubung ke internet, bagi yang memiliki belasan e-mail tidak
terasa tetapi bagi yang menerima puluhan atau bahkan ratusan e-mail tentu akan
terasa kekurangannya terutama dalam hal biaya karena selalu terhubung dengan
internet.
Simple Mail Transfer Protocol
(SMTP) merupakan tata cara standar untuk mengirim e-mail. Simple Mail Transfer
Protocol (SMTP) bekerjasama dengan beberapa server Post Office Protocol (POP).
Ketika pengirim mengirimkan pesan e-mail, komputer akan mengarahkan pesan tersebut
kepada server Simple Mail Transfer Protocol (SMTP). Server mencari alamat
e-mail tersebut ke mail server penerima dan menyimpannya di sana sampai orang
yang dituju membukanya. Seseorang bisa mengirimkan e-mail kepada siapapun
secara gratis tanpa batas wilayah dan waktu.[4]
2. Chat
Aplikasi merupakan sebuah media
penunjang dalam sebuah objek yang memiliki
beberapa instruksi yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat
menghasilkan input dan output. Chat
dalam kamus Bahasa Inggris adalah “to participate with one or more people,
through the internet, in a real-time conversation, typically as a series of
short text exchanges in a specific application, as instant messaging, or by
using images, voice, video, or some combination of these” artinya untuk
berpartisipasi dengan satu atau lebih orang, melalui internet, dalam percakapan
waktu nyata, biasanya sebagai rangkaian pertukaran teks singkat dalam aplikasi
tertentu, sebagai pesan instan, atau dengan menggunakan gambar, suara, video,
atau beberapa kombinasi dari ini[5].
Pengertian Chat Messanger
atau Chatting adalah mengobrol jika diterjemahkan langsung dari bahasa
inggris. Dalam dunia
komputer dan internet, pengertian Chat Messanger adalah suatu
fasilitas dalam internet untuk berkomunikasi sesama pengguna internet yang sedang on-line. Chatting merupakan komunikasi berupa teks
online.[6]
IRC (Internet Relay Chat) adalah
satu tempat pertemuan alam maya dimana semua orang dari seluruh pelosok dunia
bisa bertemu dan berkomunikasi dengan baik dalam jaringan IRC. Anda bisa
berkomunikasi dengan membuat kelompok diskusi (group discussions) dari
beribu-ribu saluran IRC (IRC channels) yang ada pada Jaringan IRC (IRC
networks), atau hanya berkomunikasi secara peribadi dengan keluarga atau teman
di seluruh dunia. Anda akan menemukan berbagai macam manusia, hobi, ideide, dan
isu-isu di IRC. Contoh perisian-perisian IRC adalah mIRC. Namun, pada
komunikasi seperti ini tingkat kepercayaan sangatlah rendah karena setiap
pengguna dapat dengan mudah menghilang atau memutuskan jaringan server, Selain
itu kita hanya dapat berkomunikasi pada satu periode itu saja.[7]
3. Web
Website merupakan sebuah kumpulan
halaman-halaman web beserta file-file pendukungnya, seperti
file gambar, video,
dan file digital
lainnya yang disimpan
pada sebuah web server yang
umumnya dapat diakses melalui internet. Atau dengan kata lain, website adalah
sekumpulan folder dan file yang mengandung banyak perintah dan fungsi fungsi
tertentu, seperti fungsi tampilan, fungsi menangani penyimpanan data, dsb.
Situs web atau sering disebut
dengan situs, website, atau site merupakan sebutan dari sekelompok
halaman web atau web page yang umumnya merupakan bagian dari suatu nama
domain atau domain name atau subdominan di World Wide Web (WWW) di
dalam internet. Web page adalah dokumen yang ditulis dalam format HTML
(Hyper Text Markup Language). Halaman web ditransfer dari server web
ke client bernama
browser menggunakan protokol
yang disebut HyperText
Transfer Protocol atau HTTP.[8]
Berdasarkan sifatnya, website
dibagi menjadi.
a. Website
dinamis, adalah website yang contentnya dapat
berubah setiap saat. Contohnya wikipedia, mypangandaran, detik.com, dll. Faktor
yang memperngaruhi website dinamis adalah Content Management System. Siapa
pun yang memiliki akses ke administator website dapat mengupdate contentnya
dengan mudah.
b. Website
statis, adalah website yang jarang mengalami perubahan karena memang tidak sering
memerlukan perubahan. Contohnya adlaah website company profile dan website
profil organisasi.[9]
Paradigma
komunikasi kontemporer
Paradigma memiliki bermacam-macam definisi tergantung pada sudut pandang
yang menggunakannya. Capra dalam bukunya Tao of Physics mendefinisikan
paradigma sebagai asumsi dasar yang membutuhkan bukti pendukung untuk
asumsi-asumsi yang ditegakkannya, dalam menggambarkan dan mewarnai
interpretasinya terhadap realita sejarah sains. Sedangkan Kuhn dalam buku The
Structure of Scientific Revolution menyatakan bahwa paradigma adalah
gabungan hasil kajian yang terdiri dari seperangkat konsep, nilai, teknik dll
yang digunakan secara bersama dalam suatu komunitas untuk menentukan keabsahan
suatu masalah berserta solusinya.[10]
Dalam kaitannya dengan komunikasi, para ahli membaginya menjadi beberapa
pemahaman.
1. Paradigma
multi
Komunikasi yang memiliki banyak
makna dari berbagai sudut pandang terutama sebagai suatu disiplin ilmu yang
bersifat eklektif atau gabungan dari beberapa disiplin ilmu. Hal ini telah
dilukiskan oleh Wilburn Scramm sebagai jalan simpang yang paling ramai dengan segala
disiplin yang melintasinya. Sejak
awal, para ahli telah mengkaji komunikasi manusia dengan menggunakan konsep,
teori, model ilmu fisika, psikologi, sosiologi, sejarah, bahasa, dan
sebagainya. Oleh sebab itu tidak heran bila saat ini banyak kalangan luar yang
meragunakn komunikasi sebagai disiplin ilmu sendiri. Kalangan psikologi atau
sosiologi yang masih beranggapan komunikasi
manusia sebagai bagian dari
disiplinnya. Sebenarnya kajian
komunikasi memang meminjam dari berbagai
disiplin lalu meracik dan mengolahnya sendiri menjadi suatu konsep atau teori sehingga sangat bersifat eklektif.
Oleh sebab itu, Feyerabend menyebut komunikasi sebagai ilmu yang memiliki
paradigma yang multi muka. Multi paradigma seperti ini, bukanlah hal yang khas
komunikasi, karena hampir seluruh disiplin dalam ilmu sosial, berparadigma
ganda.
2. Paradigma
lama dan baru
Khun menjelaskan bahwa ilmu tidak
berkembang secara kumulatif melainkan secara revolutif, hal tersebut juga
dialami oleh komunikasi. Sejak awal perkembangannya hingga tahun 1970-an ilmu
komunikasi di dominasi oleh paradigma tertentu yang kemudian digeser secara pasti oleh paradigma lain. Seorang
pakar komunikasi bernama B. Aubrey Fisher, mencatat terdapat beberapa paradigma
yang berkembang dalam beberapa dekade terakhir dalam ilmu komunikasi dalam
bukunya perspective on human communication. Fisher tidak menggunakan
istilah paradigma melainkan “perspektif”. Namun apa yang
dimaksud dengan paradigma itu kurang
lebih sama dengan perspektif. Fisher mengakui arti perspektif dalam pandangan
yang realistis tidak mungkin lengkap, sebab sebagaian dari fenomena yang sedang
dilihat itu hilang dan yang lainnya mengalami perubahan. Dalam hal ini, Fisher
merangkum kajian komunikasi dalam empat perspektif yang penting yaitu,
perspektif mekanistis, psikologi, interaksional
dan pragmatis. Ke empat perspektif tersebut menunjukkan bahwa komunikasi
merupakan suatu kajian yang diwarnai oleh multi paradigma. Metode penelitian
komunikasi tidak hanya eksperimental, tetapi boleh juga historis, kontekstual, eksploratif,
fenomenologis, diskriptif, kualitatif maupun kuantitatif.
3. Paradigma
mekanistis
Model mekanistis mengalami
perkembangan yang tidak saja menarik akan tetapi juga telah membesarkan ilmu
komunikasi. Paradigma dari model mekanistis dalam komunikasi adalah yang paling
lama, paling banyak, dan paling luas yang dianut sampai sekarang. Di Indonesian
kepercayaan terhadap paradigma ini masih cukup kuat, walaupun telah memudar
dikalangan pakar ilmu komunikasi dan timbul kecewaan terhadap hasil studi yang
dahulunya populer. Selain itu, paradigma ini
telah berkembang jauh, hal ini dapat dilihat dari banyaknya teori dan
model yang beragam.[11]
Kekurangan
dan kelebihan komunikasi kontemporer atau komunikasi virtual
Kelebihan
1. Feedback
hasil dari interaksi dalam komunikasi interaktif terjadi secara langsung dari
komunikan
2. Memecahkan
persoalan materialisme dan konsumenisme lewat komunikasi virtual kita bisa
mengetahui semua yang ada di dunia ini melalui internet. Kita tidak lagi merasa
kesusahan untuk mencari atau membeli sesuatu yang kita inginkan, karena kita
bisa mendapatkan secara gratis melalui internet.
3. Mengurangi
persoalan HIV/AIDS. Melalui internet kita bisa memuaskan hasrat seks tanpa
adanya ketakutan terkena virus-virus seksual.
4. Mengurangi
konflik sosial, ekonomi, dan politik. Walaupun dalam dunia maya kita
berinteraksi dengan kebudayaan lain dan dapat berpotensi menimbulkan suatu
konflik, tapi kemungkinan dari munculnya konflik sangatlah sedikit.
5. Terbebas
dari “Urban Decay” dan “Social Disintegration”, persoalan
kemacetan kepadatan penduduk, sampah, merupakan persoalan kota besar yang dapat
dikurangkan apabila sebagian kehidupan fisik dialihkan kedalam kehidupan
virtual.
6. Memecahkan
persoalan kebebasan dari demokrasi. Cyberspace menjadi sebuah “Public Sphere”
yang ideal, yang tidak dapat ditemukan
di dalam kehidupan nyata.[12]
Kekurangan komunikasi kontemporer
1. Pengguna
internet yang terlalu berlebihan akan menjadi over dan kemungkinan menjadikan
dunia maya menjadi suatu penyalur hasrat.
2. Cyberspace
(dunia
maya) menjadi penyalur kejahatan, sadisme, kedangkalan bahkan hasrat seks.
3. Cyberporn (kejahatan pornografi)
menjadi persoalan masa depan karena cyberspace yang tanpa identitas.
4. Cyberspace menjadi ajang kebrutalan, permusuhan, perkelahian, bahkan kekejaman.
Alat-alat
komunikasi kontemporer
1. Telephone
Memberikan informasi berupa pesan
suara atau audio. Dengan menggunakan telephone seseorang dapat berbicara dengan
orang lain secara real time meskipun mereka dipisahkan oleh jarak. Telephone
digolongkan ke dalam modern, sebab telephone telah didukung oleh peralatan yang
semakin canggih. Oleh karena itu, kita dapat melakukan panggilan kepada
seseorang yang berjarak jauh, antar daerah, provinsi, pulau melalui telephone
dengan cepat.
2. Radio
Merupakan alat komunikasi satu
arah yang berisi informasi-informasi dalam bentuk audio. Radio menangkap sinyal
radio yang dipancarkan oleh pemancar radio melalui gelombang elektromagnetik.
Radio dikatakan alat komunikasi satu arah sebab komunikan hanya dapat menerima
pesan atau informasi berupa suara tanpa adanya suatu interaksi yang terjadi.
3. Handphone
Merupakan alat komunikasi yang
paling diminati oleh masyarakat. Telepon genggam atau telepon seluler atau
handphone adalah perangkat telekomunikasi elektronik yang mempunyai kemampuan
dasar yang sama dengan telepon konvensional saluran tetap, tetapi dapat dibawa
ke mana-mana, tidak perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan
kabel. Handphone bisa menggabungkan alat-alat komunikasi, seperti telephone,
radio, televisi, bahkan internet. Setiap orang dapat berkomunikasi dimana saja
dan kapan saja, asalkan terhubung dengan sinyal.
4. Televisi
Merupakan alat komunikasi atau
penyampaian informasi jarak jauh yang berupa audio visual, yaitu gambar yang
dapat dilihat dan didengar. Karena komunikasi yang terjadi searah. Sejatinya
televisi merupakan alat penyampai informasi. Pada zaman sekarang, semakin
banyak orang memiliki televisi. Fungsi televisi adalah sebagai alat informasi
bagi masyarakat yang membutuhkan informasi baik nasional maupun internasional.
Informasi ini berguna untuk menambahkan ilmu pengetahuan mereka akan berita
yang diserap oleh masyarakat yang menggunakan media tersebut.
5. Koran
Media yang satu ini menjadi media
atau alat komunikasi modern yang punya kegunaan sebagai alat komunikasi,
penyampaian pesan atau iklan sebuah usaha atau perusahaan. Selain itu, koran
selalu memberitakan informasi atau kejadian yang berhubungan dengan sosial,
budaya, hukum, politik, teknologi dan masih banyak lagi. Seiring dengan
berkembangnya teknologi, peran koran bukan hanya dibaca dalam bentuk cetak,
kini koran versi digital sudah banyak ditemukan di internet.
6. Komputer,
Laptop, Tablet
Alat-alat tersebut membawa warna
baru dalam telekomunikasi. Dengan alat tersebut banyak hal yang bisa
dikerjakan, dari mulai menulis, menggambar, membuat video dan yang lainnya.
Dari sisi hiburan, komputer juga bisa kita melihat film, mendengar musik bahkan
juga bisa menonton televisi. Hal yang wajar jika komputer, laptop, tablet
dikatakan sebagai alat komunikasi modern atau alat komunikasi kontemporer.
7. Jaringan
Internet
Kehadiran internet membuat
hubungan manusia semakin mudah dijangkau. Dengan internet banyak orang bisa
mudah berkomunikasi dengan orang yang terpisah jarak dengan kita, baik beda
daerah, pulau, bahkan negara. Dengan internet banyak orang bisa mengakses
informasi berupa berita, tips, artikel, video dan lain sebagainya. Internet
telah merevolusi gaya hidup banyak orang dalam berkomunikasi. Apalagi sekarang
zamannya SOSMED , Sosial Media, dimana orang bisa dengan cepat mencari dan
berkomunikasi dengan teman lama.[13]
[1] ‘Arti Kata - Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) Online’ <https://kbbi.web.id/> [accessed 23 December 2020].
[2] Rachmat Kriyanto, Pengantar Lengkap
Ilmu Komunikasi Filsafat Dan Etika Ilmunya Serta ... - Rachmat Kriyantono,
Ph.D. - Google Buku
<https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=ofCNDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PA1&dq=pengantar+ilmu+komunikasi&ots=67g6eOPErP&sig=vYNytgqcQ9qqNh7gSzIcP_NK23o&redir_esc=y#v=onepage&q=pengantar%20ilmu%20komunikasi&f=false>
[accessed 18 November 2020].
[3] Cheryl Pricilla Bensa, ‘Tipologi
Komunikasi Virtual: Studi Kasus Pada Facebook Parenting Indonesia’, Ultimacomm:
Jurnal Ilmu Komunikasi, 7.1 (2015), 41–66
<https://doi.org/10.31937/ultimacomm.v7i1.422>.
[4] Sri Rejeki Rachmasari, ‘Penanganan Surat
Elektronik (e-mail) di Perkantoran’, PROGRAM STUDI SEKRETARI DIPLOMA III
FAKULTASEKONOMI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA, 2013.
[5] ‘Dictionary.Com Is The World’s Favorite
Online Dictionary’, Dictionary.Com <https://www.dictionary.com/>
[accessed 11 March 2021].
[6] Sutikno Sutikno, Indah Astuti, and Dyna
Khairina, ‘Membangun Aplikasi Chatting Untuk Media Perkenalan Berbasis Web’, Informatika
Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 13 (2018), 1
<https://doi.org/10.30872/jim.v13i1.1003>.
[7] Deddy Mulyana, Ilmu Komunikas Suatu
Pengantar, Revisi (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017).
[8] Rudika Harminingtyas, ‘Analisis Layanan
Website sebagai Media Promosi, Media Transaksi dan Media Informasi dan
Pengaruhnya terhadap Brand Image Perusahaan pada Hotel Ciputer di Kota
Semarang’, 6.3 (2014), 21.
[9] Adi Sumaryadi and Iis Siti Salamah
Azzahra, Onlinekan!: Memulai Membangun Website Istimewa (Azzahra
Publisher, 2014).
[10] Erlina Diamastuti, ‘Paradigma Ilmu
Pengetahuan Sebuah Telaah Kritis’, JURNAL AKUNTANSI UNIVERSITAS JEMBER,
10.1 (2015), 61 <https://doi.org/10.19184/jauj.v10i1.1246>.
[11] Winda Kustiawan, ‘Perkembangan Teori
Komunikasi Kontemporer’, Jurnal Komunika Islamika : Jurnal Ilmu Komunikasi
dan Kajian Islam, 6.1 (2019), 15
<https://doi.org/10.37064/jki.v6i1.5517>.
[12] John Fiske, Introduction to
Communication Studies (London; New York: Routledge, 1990).
[13] Safina Nur Azizah, ‘Pengertian Sistem
Komunikasi, Relasi Komunikasi Antarpersonal dan Komunikasi Interpersonal’, MyWoork
<https://myworksafinanua.blogspot.com/2021/03/pengertian-sistem-komunikasi-relasi.html>
[accessed 19 April 2021].



Komentar
Posting Komentar