Langsung ke konten utama

PENGERTIAN SISTEM KOMUNIKASI, RELASI KOMUNIKASI ANTARPERSONAL & KOMUNIKASI INTERPERSONAL

                                                 Oleh Safina Nur Azizah

Pada blog kali ini, saya ingin memberikan uraian sedikit mengenai sistem komunikasi, relasi komunikasi antarpersonal dan komunikasi interpersonal.


Sistem Komunikasi

Perkembangan teknologi yang semakin pesat menyebabkan manusia semakin sulit dipisahkan dari teknologi. Perkembangan teknologi terjadi di seluruh bidang kehidupan manusia, mulai dari transportasi, komunikasi, alat rumah tangga, sekolah, bangunan, dan masih banyak lagi. Teknologi memberikan kita kemudahan dalam aktivitas sehari-hari.

       Perkembangan teknologi ini memaksa setiap individu untuk beradaptasi dengan baik, karena mau tidak mau kita pun akan dituntut untuk paham dan turut menggunakan teknologi tersebut dalam kehidupan kita. Termasuk juga dalam perkembangan sistem komunikasi.

Sebelum teknologi berkembang seperti sekarang, sistem komunikasi di Indonesia menggunakan alat-alat yang sederhana. Alat-alat tersebut umum digunakan masyarakat untuk berkomunikasi, menyampaikan informasi atau peringatan, dan pesan yang besifat ajakan untuk melakukan sesuatu.

Berikut adalah contoh alat komunikasi tradisional.

1.     Kentongan atau Lonceng


Alat ini sangat umum digunakan masyarakat dahulu untuk menginformasikan sesuatu, seperti saat ada orang meninggal, ajakan untuk kerja bakti membersihkan lingkungan, membangunkan sahur, dan masih banyak lagi. Kentongan atau lonceng menimbulkan suara yang keras, sehingga dapat didengar oleh seluruh warga desa. Hingga sekarang kentongan masih digunakan di berbagai tempat terutama untuk membangunkan sahur.

2.     Surat

Teknologi komunikasi belum secanggih sekarang, sehingga ketika ingin berkomunikasi dengan orang yang berjarak jauh dengan kita harus menggunakan surat. Surat dikirim melalui kantor pos atau bahkan menggunakan burung merpati. Karena burung merpati mudah dilatih setia kepada pemiliknya, sehingga pada zaman dahulu merpati sering digunakan untuk mengantar surat terutama ke tempat yang sulit dijangkau oleh manusia.

3.     Telepon Kaleng


Pasti sebagian dari kalian sudah pernah mempraktekan cara membuat telepon kaleng di sekolah. Telepon kaleng terdiri dari dua kaleng yang dihubungkan oleh seutas tali. Cara menggunakannya yaitu dilakukan oleh dua orang yang masing-masing orang memegang satu kaleng yang sudah dihubungkan ke seutas tali, lalu tali tersebut harus tegang sehingga suara dapat didengar dengan jelas. Tetapi telepon ini hanya dapat digunakan pada jarak sekita 5 hingga 10 meter saja.

Sistem komunikasi komunikasi modern merupakan gabungan dari perangkat lunak dan juga perangkat keras, agar dapat memudahkan individu untuk menyampaikan informasi. Sistem komunikasi ini berkaitan dengan peralatan yang dapat memudahkan kita berkomunikasi dengan seseorang yang pisahkan oleh jarak dan waktu. Informasi-informasi yang disampaikan dapat berupa.

1.     Informasi audio atau pesan suara.

2.     Informasi berupa visual atau gambar.

3.     Infromasi audio visual yaitu perpaduan antara audia visual.

4.     Informasi teks.

Berikut adalah contoh alat komunikasi modern.

1.   Telephone

Memberikan informasi berupa pesan suara atau audio. Dengan menggunakan telephone seseorang dapat berbicara dengan orang lain secara real time meskipun mereka dipisahkan oleh jarak.

2.     Radio

Merupakan alat komunikasi satu arah yang berisi informasi-informasi dalam bentuk audio. Radio menangkap sinyal radio yang dipancarkan oleh pemancar radio melalui gelombang elektromagnetik. Radio dikatakan alat komunikasi satu arah sebab komunikan hanya dapat menerima pesan atau informasi berupa suara tanpa adanya suatu interaksi yang terjadi.

3.     Handphone

Merupakan alat komunikasi yang paling diminati oleh masyarakat. Handphone bisa menggabungkan alat-alat komunikasi, seperti telephone, radio, televisi, bahkan internet.

4.     Televisi

Merupakan alat komunikasi atau penyampaian informasi jarak jauh yang berupa audio visual, yaitu gambar yang dapat dilihat dan didengar. Karena komunikasi yang terjadi searah. Sejatinya televisi merupakan alat penyampai informasi.[1]

 

Sistem Jaringan

Sistem jaringan adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih komputer sehingga dapat bertukar dan berbagi data. Sistem jaringan juga berlaku pada telepon genggam dengan memanfaatkan sambungan internet.

Komputer atau perangkat yang hanya berdiri sendiri dan juga tidak tersambung ke jaringan, jaringan tersebut disebut dengan stand alone. Sedangkan komputer atau perangkat yang terhubung dengan sistem jaringan disebut d engan networking.

Contoh peralatan dan sistem jaringan

1. Server, sejumlah perangkat lunak yang bisa digunakan sebagai penyedia perangkat lunak maupun penyimpan data. Server juga dapat bersungfi mengatur lalu lintas komunikasi yang berada di dalam jaringan.

2.  Client, adalah komputer yang memilii kemampuan memproses dan mengolah data serta dapat meminta infromasi atau data ke server.

3.   Router, adalah alat yang digunakan oleh satu jaringan untuk membagikan data ke jaringan lain. Beberapa orang menyebut router sebagai wifi.

4.  Modem, merupakan kepanjangan dari Modulator Demudulator yang merupakan alat yang memungkinkan sistem komputer tehubung dengan jaringan internet.


Komunikasi Intrapersonal

Hafied Cangara mengartikan komunikasi intrapersonal proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu atau bisas juga diartikan dengan berkomunikasi dengan diri sendiri. Menurut Jalalaludin Rakhmat, dilihat dari segi psikologi komunikasi bahwa komunikasi intrapersonal merupakan suatu proses pengolahan informasi meliputi presepsi, memori, dan beripikir.

Menurut Dean C. Barnlund, komunikasi interpersonal merupakan proses pengolahan dan juga penyusunan informasi melalui sistem syaraf yang ada di dalam otak manusia oleh stimulus yang ditangkap oleh panca indra. Berpikir adalah salah satu proses komunikasi yang terjadi di dalam diri individu. Saat kita berpikir, kita akan berbicara dengan diri sendiri[2].

Ciri-ciri Komunikasi Intrapersonal

1.                 Bersifat spontan.

2.                 Tidak terstruktur.

3.                 Terjadi secara kebetulan.

4.                 Tidak mengejar tujuan yang direncakan.

5.                 Identitas anggotanya tidak jelas.

6.                 Terjadi hanya sambil lalu.

        Tahapan Komunikasi Intrapersonal Menurut Jalaluddin Rakhmat

1.     Sensasi

Sensasi berasal dari kata sense yaitu alat indra yang menghubungkan orgasme dengan lingkungannya. Sensasi adalah kemampuan menyerap segala hal melalui panca indra. Menurut Benyamin B. Wolman, sensai merupakan pengalaman elementer yang segera, tidak memerlukan penguraian secara verbal, simbolis, ataupun konseptual, terutama berhubungan sekali dengan kegiatan alat indra.

Melalui alat indra, manusia dapat memahami lingkungannya, memperoleh pengetahuan, dan berinteraksi dengan dunia. Apapun yang mengenai atau tersentuh oleh alat indra baik dari dalam maupun dari luar disebut dengan stimulus.  Ketika anda sedang membaca tulisan ini itu arti (stimulus eksternal), tetapi ketika membaca tulisan ini anda sedang memikirkan tugas kuliah yang harus selesai hari ini (stimulus internal).

2.     Persepsi

Persepsi adalah pengalaman mengenai seuatu objek, peristiwa, atau hubungan yang diperoleh saat menyimpulkann informasi dan menafsirkan pesan. Sensasi merupakan bagian dari persepsi. Faktor yang memperngaruhi persepsi adalah perhatian (attention), harapan (expectation), motivasi, dan ingatan.

Salah satu faktor yang mempengaruhi persepsi adalah perhatian. menurut Kenneth E. Andersen (1972:46),  pertahatian adalah proses mental saat stimulus menjadi menonjol dalam kesadaran lalu stimulus lainnya melemah.

Faktor Eksternal Penarik Perhatian

a. Gerakan, pada dasarnya manusia lebih tertarik kepada objek yang bergerak daripada diam. Di saat kita berada di sekeliling objek yang mati, pasti perhatian kita hanya akan tertuju pada makhluk halus yang bergerak.

b.   Intensitas stimulus, lebih memperhatikan stimulus yang lebih menojolok dari stimulus lain.

c.  Kebaruan (Novelty), yaitu hal yang baru, luar biasa dan berbeda akan lebih menarik perhatian.

d.  Perulangan, atau hal yang disajikan berulang kali yang disertai varian lain. Seperti yang terjadi saat mengiklankan suatu produk, maka iklan tersebut akan diulang-ulang dengan tambahan varian baru, sehingga dapat menarik minat konsumen.

Faktor Internal Penarik Perhatian

a. Fator Biologis. Salah satu contoh adalah ketika kita merasakan lapar dan haus, maka yang kita lebih tertarik saat melihat makanan dan minuman.

b. Faktor Sosiopsikologis. Termasuk di dalamnya motif sosiogenis, sikap , kebiasaan, kemauan dapat mempengaruhi pikiran tentang apa yang kita perhatian.

3.     Memori

Memori berperan penting dalam hal mempengaruhi, baik berupa persepsi maupun berpikir tentang apa yang akan diuraikan. Menurut Shlessinger dan Groves, memori adalah sistem yang terstruktur, yang menyebabkan orgasme sanggup merekam fakta mengenai dunia dan menggunakan pengetahuan untuk membimbingnya.

Setiap stimulus mengenai indra kita, secara sadar atau tidak sadar memori kita akan merekamnya lalu menyimpannya. Secara singkat, memori melewati tiga proses.

a. Perekaman (encoding), yaitu pencatatan informasi atau peristiwa yang ditangkap oleh indra dan sefruit saraf internal.

b.  Penyimpanan (Storage), yaitu menentukan berapa lama, dalam bentuk apa, dan di mana informasi tersebut bersama kita. Penyimpanan aktif jika informasi terus bertambah dan pasif apabila tidak ada informasi yang masuk.

c. Pemanggilan (retrieval), yaitu meningat-ingat kembali rekaman yang telah kita simpan.

4.     Berpikir

    Dalam berpikir, kita akan menyatukan tahapan yang sudah disebutkan di atas. Berpikir diperlukan untuk memahami sesuatu dalam ranhka mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan menghasilkan sesuatu. Berpikir secara garis besar terdiri dari dua macam, yaitu berpikir autistik (melamun, menghayal, bermimpi) dan juga secara realistis (menyesuaikan diri dengan dunia nyata).[3]

Tujuan Komunikasi Intrapersonal Menurut Grifin, 2010; Allan, 1984; Robbins, 2009; dan Spitzberg, 1984

1.  Orang lain mengerti saya, saya ingin orang lain mengerti pikiran atau pendapat saya ucap maupun tulis dan saya ingin orang lain memahami perasaan maupun tindakan saya.

2.   Saya mengerti orang lain, membantu orang lain menemukan identitas mereka dengan cara kita memahami dan menggunakan identitas kita untuk membantunya.

3.     Orang lain menerima saya.

4.     Kita bersama dapat melakukan sesuatu.[4]

Manfaat Mempelajari Komunikasi Intrapersonal

1.     Memamahami pengertian dan definisi komunikasi intrapersonal.

2.     Memahami elemen dalam komunikasi intrapersonal.

3.     Memahami proses komunikasi intrapersonal.

4.     Memahami fungsi komunikasi intrapersonal.

5.     Memahami teori komunikasi intrapersonal.

Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal merupakan proses penyampaian dan penerimaan pesan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Menurut Joseph A. Devito, komunikasi interpersonal merupakan penyampaian pesan oleh satu orang dan pesan diterima oleh orang lain atau sekelompok komunikas kecil.

Komunikasi interpersonal menurut Deddy Mulyana adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang dengan tatap muka, hingga memungkinkan setiap anggotanya menangkap reaksi secara langsung, baik dengan verbal maupun non verbal.

Keberhasilan komunikasi tergantung oleh anggota kelompok. Bentuk khusus dari komunikasi interpersonal adalah komunikasi diadik, yaitu pihak yang berkomunikasi berjarak dekat, pihak yang berkomunikasi mengirim atau menerima pesa dengan cara spontan, baik verbal maupun non verbal. Komunikasi diadik biasa terjadi pada pasangan suami istri, dua sahabat, atau antara guru dan murid[5].

Prinsip Dasar Komunikasi Interpersonal

1.    Individu tidak mungkin hidup tanpa komunikasi. Hal ini disebabkan karena manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan komunikasi untuk berinteraksi dengan orang lain.

2.  Komunikasi interpersonal tidak mungkin dapat diubah. Komunikasi hal yang tidak dapat ditarik kembali. Sehingga jika ada salah kata saat berbicara apalagi sampai menyakiti hati orang lain, maka cara yang dapat dilakukan adalah meminta maaf.

3. Komunikasi interpersonal melibatkan masalah etika. Komunikasi interpersonal memiliki dampak terhadap etika antar manusia. Komunikasi yang beretika muncul ketika adanya keseimbangan dalam hubungan dan saling menunjukkan sikap empati.

4.   Manusia yang menciptakan komunikasi interpersonal.  Dalam komunikasi ini, setiap individu akan menerjemahkan apa yang dikatakan oleh individu lain. Pemaknaan dari setiap individu pasti ada yang berbeda dan berubah dari waktu kewaktu dan pengaruh dari situasi dan kondisi.

5. Metakomunikasi mempengaruhi pemaknaan. Metakomunikasi berarti tentang komunikasi yang dapat meningkatkan pemahamam terhadap penyampaian pesan.

6. Komunikasi interpersonal menciptakan hubungan yang berkelanjutan. Komunikasi interpersonal merupakan cara memperbaiki hubungan dan membangun masa depan dalam interaksi hubungan interpersonal seseorang.

7. Komunikasi tidak dapat menyelesaikan semua hal. Tidak semua maslah dapat diatasi dengan komunikasi. komunikasi merupakan aspek penting dalam komunikasi, tetapi tidak semua masalah dapat diatasi dengan komunikasi.

8.   Efektifitas komunikasi interpersonal adalah sesuatu yang dapat dipelajari. Sebagian orang berpikir bahwa komunikasi adalah bawaan sejak lahir. Taip faktanya

Ciri-ciri komunikasi interpersonal

a.  Arah pesan dua arah. Menempatkan sumber pesan dan penerima di posisi yang sejajar.

b.     Suasana non formal.

c.      Umpan balik dengan segera.

d.     Pemeran komunikasi berada pada jarak yang dekat.

e.  Perserta komunikasi mengirim pesan secara stimulan da spontan. Baik pesan tersebut berupa

Efektivitas Komunikasi Interpersonal

Komunikasi interpersonal memiliki kelebihan yaitu respon atau feedback yang cepat. Komunikasi interpersonal dapat berjalan efektif dengan lima aspek sebagai berikut.

1. Keterbukaan (Openess). Keterbukaan antar anggota komunikasi sebagai wujud respon terhadap pesan yang disampaikan secara jujur.

2. Empati. Suatu keadaan seseorang yang merasakan dan menempatkan dirinya di keadaan atau perasaan yang sama dengan orang lain.

3. Sikap Mendukung (Surppotiveness). Sikap mendukung yang ditunjukkan terhadap pesan yang disampaikan.

4.  Sikap Positif (Positiveness). Sikap positif muncul dari dorongan sikap untuk menghargai orang lain dan hal yang dibicarakan pun merupakan hal yang positif.

5.   Kesetaraan (Equality). Setiap orang memiliki hak yang sama untuk berbicara atau mengemukakan pendapat .

Tujuan Komunikasi Interpersonal

Setiap kita melakukan sesutau pasti memiliki tujuan, begitu juga komunikasi interpersonal. Tujuan komunikasi interpersonal adalah sebagai berikut.

1.  Menyampaikan informasi, sudah pasti tujuan dari komunikasi itu sendiri adalah untuk menyampaikan informasi.

2.     Berbagi pengalaman, baik itu pengalaman pribadi ataupun pengalaman orang lain yang kita dengar. Sehingga dapat diambil hikmah dari pengalaman tersebut.

3.  Menumbuhkan sikap simpati, yaitu sikap positif dari lubuk hati terdalam yang ditunjukkan seseorang terhadap sesuatu yang menimpa orang lain dan ikut merasakan kesedihan atas musibah yang sedang dialami orang lain.

4.    Melakukan kerja sama, yaitu untuk melakukan sesuatu atau mencapai tujuan tertentu sehingga dapat bermanfaat bagi kedua belah pihak.

5. Mengekspresikan kekecewaan dan kekesalan, dengan begitu kita dapat meluapkan emosi kita secara langsung serta dapat mengurangi beban pikiran yang dirasakan.

6.     Menumbuhkan motivasi, baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain[6].

Tahapan Komunikasi Interpersonal Menurut Jalaluddin Rakhmat

1.     Persepsi Interpersonal

Persepsi interpersonal adalah memberikan makna kepada stimuli indrawi, atau menafsirkan informasi inderawi. Kecermatan terdapat persepsi interpesonal akan menentukan keberhasilan dari komunikasi. Jika ada seorang salah dalam memaknai pesan, maka akan mengakibatkan kegagalan dalam komunikasi.

2.     Konsep Diri

Konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita terhadap diri sendiri. Konsep diri yang positif ditandai oleh lima hal, yaitu.

a.     Kemampuan mengatasi masalah.

b.     Merasa setara dengan orang lain.

c.      Menerima pujian tanpa memiliki rasa malu.

d.  Menyadari setiap orang memiliki perasaan, keinginan dan perilaku yang tidak disetujui di kalangan masyarakat.

e.  Mampu memperbaiki diri sendiri karena sanggup mengungkapkan aspek kepribadian yang tidak disenangi dan berusaha memperbaikinya.

3.     Atraksi Interpersonal

Atraksi interpersonal adalah sikap suka terhadap orang lain, sikap positif, dan  daya tarik. Pengaruh ini terjadi dalam hal.

a.  Penafsiran pesan dan penilaian. Setiap orang akan memiliki pandangan dan penilaian yang berbeda dalam memandang sesuatu. Orang yang menyukai hal tersebut akan cenderung memuja dan berpandangan positif, sedangkan orang yang tidak menyukainya akan cenderung mengabaikan atau bahkan berpandangan negatif.

b.   Efektivitas komunikasi. Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang menyenangkan. Ketika kita berkomunikasi dengan orang yang kita sukai, maka komunikasi tersebut akan menyenangkan dan menggembirakan. Sebaliknya, ketika kita berkomunikasi dengan orang yang tidak kita sukai, maka di dalam komunikasi akan timbul ketegangan dan tidak ada perasaan menggembirakan.

4.     Hubungan Interpersonal

Hubungan ini juga dapat diartikan sebagai hubungan dengan orang lain. Ketika hubungan itu baik akan menimbulkan keterbukaan dan kenyaman antara sesama, sehingga komunikasi akan berjalan dengan baik dan efektif.

Jalaluddin Rakhmat menyebutkan bahwa terdapat tiga faktor yang dapat menumbuhkan hubungan yang baik dalam komunikasi interpersonal, yaitu percaya, sikap saling suport, dan sikap terbuka.[7]

Membangun Komunikasi dan Relasi

Relasi merupakan upaya menjalin hubungan dengan orang lain, bai hubungan dengan client, atasan, rekan, maupun bawahan, sehingga diperlukan keberhasilan dalam kepemimpinan dan organisasi yang dipimpin.

Fungsi Komunikasi dalam Organisasi

1.     Fungsi informatif.

Organinasi dipandang sebagai tempat pengolahan informasi. Dengan begitu diharapkan dapat terjalinnya komunikasi yang baik dengan seluruh anggota organisasi, sehingga setiap anggota organisasi dapat melaksanakan tugasnya dengan maksimal.

2.     Fungsi regulatif.

Berkaitan dengan peraturan yang ada di dalam suatu organisasi. Pada suatu lembaga atau organisasi terdapat dua hal yang sangat berpengaruh terhadap fungsi ini. Pertama,  pimpinan atau atasan yaitu orang yang memiliki wewenang mengatur dan mengendalikan semua informasi yang disampaikan. Kedua, berkaitan dengan pesan, artinya bawahan harus tau dan mendapat informasi mengenai tugas apa yang harus dia lakukan.

3.     Fungsi persuasif.

Dalam mengatur suatu organinasi tidak semua berjalan sesuatu harapan. Oleh sebab itu, banyak pimpinan yang cenderung menerapkan sikap persuasif daripada hanya perintah. Karena sesuatu yang dikerjakan dengan sukarela oleh karyawan atau anggota akan memiliki hasil yang lebih maksimal.

4.     Fungsi integratif.

Ada dua saluran komunikasi yang dapat digunakan untuk mewujudkan hal tersebut, yaitu berupa komunikasi formal seperti penerbitan khusus dari organisasi tersebut (newsletter, buletin) dan juga berupa komunikasi informal seperti perbincangan antarpribadi pada jam istirahat kerja atau kegiatan berlibur bersama. 



[1] Syerif Nurhakim, Dunia Komunikasi dan Gadget: Evolusi alat Komunikasi, Menjelajah Jarak dengan Gadget (Zikrul Hakim Bestari, 2015).

[2] Wiryanto, Pengantar Ilmu Komunikasi (Grasindo, 2004).

[3] Jalaluddin Rakhmat, Psikologi Komunikasi, Revisi (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2019).

[4] Prof Dr Alo Liliweri M.S, Komunikasi Antar Personal (Prenada Media, 2017).

[5] Deddy Mulyana, Ilmu Komunikas Suatu Pengantar, Revisi (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2017).

[6] Shela Wahyuni Tarigan, ‘Perbedaan Komunikasi Interpersonal Ditinjau dari Intensitas Pengguna Media Sosial Instagram pada Remaja di Universitas Medan Area’, 92.

[7] Rakhmat.

Komentar